BREAKING NEWS

Thursday, August 30, 2018

7 destinasi wisata menarik di Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia




1. JAWATAN BENCULUK


Pada tahun 1952, tempat  ini sebetulnya bukan dibangun untuk tempat wisata, melainkan sebagai area resapan air dan penimbun kayu jati yang dikelola oleh Perhutani Banyuwangi. Namun keberadaan pohon-pohon trembesi yang rindang dan menjulang tinggi menciptakan sebuah pemandangan nan eksotis sekaligus misterius, sehingga banyak orang yang datang ke sini untuk menikmati pesonanya. Kalau Anda hobi hunting foto, maka saat yang paling tepat ialah di sore hari ketika sinar matahari menerobos masuk melalui celah-celah pepohonan sehingga tampak begitu magis, layaknya pemandangan hutan yang ada di film Lord of the Rings. 


Tak heran jika di sore hari, kawasan ini kerap dikunjungi warga untuk bersantai menikmati udara segar, bersepeda, berolahraga, atau bahkan melakukan foto pre-wedding! Selain menyuguhkan keindahan alam, kawasan wisata Jawatan juga menawarkan beberapa aktivitas lain seperti memancing dan arung jeram, tentu saja dengan biaya tambahan.

Tiket Masuk : Gratis
Alamat          : Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.


2. WADUK BAJULMATI (MINIATUR RAJA AMPAT)


Apakah Anda takk sabar ingin berwisata ke Raja Ampat di Papua, namun dana yang terkumpul untuk bisa berkunjung ke sana tak kunjung terkumpul?
Mengapa tidak cari alternatif lain yang lebih murah namun tak kalah cantiknya, yaitu Waduk Bajulmati yang terletak di perbatasan antara Banyuwangi dan Situbondo, Jawa Timur. Selain mampu menampung 10 juta meter kubik air, waduk yang baru dibuka pada bulan Juli 2016 ini memiliki panorama keindahan yang mirip dengan Raja Ampat yang ada di papua, dikarenakan adanya gundukan-gundukan menyerupai pulau-pulau kecil di area waduk. 


Kalau ingin mendapat spot foto seperti di Wayag, Raja Ampat, pergilah ke area waduk setelah gazebo. Selain itu, pengunjung juga bisa berfoto di sepanjang jalan waduk yang tak kalah fotojenik. Fasilitas pendukung di Waduk Bajulmati pun  cukup beragam, mulai dari ATV, speed boat, sarana outbound sampai kafe.


Tiket Masuk     : Rp. 5.000 (Motor), Rp. 10.000 (Mobil)
Alamat         : Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.


3. WISATA KALIBARU


Menikmati keindahan alam tak hanya bisa dilakukan dengan bermobil atau berjalan kaki saja. Di Banyuwangi, Anda bisa melakukannya sambil naik kereta api atau lori wisata!
Lori wisata ini berangkat dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Mrawan PP. Sepanjang perjalanan Anda akan dibawa melintasi perkebunan kopi di ketinggian 400 meter  di Gunung Gumitir yang udaranya sejuk, dan juga berhenti sejenak di dalam terowongan kereta api yang gelap, di mana Anda bisa turun sejenak untuk berfoto-foto. Tak cuma bisa menikmati keindahan panorama alam dari atas kereta, Anda  pun bisa belajar tentang sejarah perkeretaapian. Untuk saat ini, kereta lori wisata hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja, namun jika ada yang memesan pada hari biasa tetap akan dilayani.


Tiket Masuk    : harga per paket sekitar Rp1.200.000 saja atau kurang dari Rp100.000,- per orang. Waktu tempuh adalah sekitar 50 menit, Kapasitas penumpang Max 16. orang
Alamat           : Jl. Raya Kalibaru, Banyuanyar, Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.


4. PONDOK INDAH BANYUWANGI


Anda mungkin tak tahu kalau Banyuwangi menyimpan keindahan panorama sawah yang tak kalah indah dibandingkan dengan yang ada di Ubud, Bali. Dan asyiknya, keindahan tersebut bisa Anda nikmati sambil menikmati sajian lezat di restoran Pondok Indah Banyuwangi. Sang pemilik sengaja mendirikan tempat yang berjarak sekitar 10 km dari pusat kota ini dengan tujuan agar para pengunjung dapat menghilangkan kepenatan di kota sembari menyantap makanan khas Banyuwangi. Lokasinya memang agak tersembunyi, menanjak searah jalur menuju Ijen. Areal parkir sengaja dibuat jauh dari lokasi, agar pengunjung bisa bersantap dengan tenang dan bebas polusi.


Restoran keluarga ini menyuguhkan beberapa pondok kayu yang bisa Anda pilih. Yang paling unik adalah pondok yang berada di lereng berhadapan langsung dengan hamparan sawah berlatar Gunung Ijen. Selain itu ada pula meja-meja di area outdoor yang tak kalah memikatnya. Menu yang wajib dicoba adalah aneka olahan belut khas Banyuwangi, seperti Pepes Oling, Oling Pedas, dan Tongseng Oling. Pokoknya Unagi di restoran Jepang lewat deh!  Tak suka belut? Tenang, ada Nasi Bakar Pedho dan Ayam Bakar Kampung yang juga menggiurkan. Sedangkan minuman andalan di sini adalah Green Diamond Lime yang terbuat dari lime serta timun jepang. 


Kebayang kan segarnya? Selain asik buat tempat makan, tempat ini juga asik banget buat tempat hunting alias foto-foto alias cekrek-cekrek, alias mengabadikan momen. Yap, bagi kalian yang suka foto apalagi foto bertemakan alam tempat ini recommended banget buat sahabat Mistertraveller.

Tiket Masuk : Gratis
Alamat          : Jl. Lijen Km. 8,7, Glagah, Banyuwangi.


5. DESA WISATA OSING KEMIREN


Kalau ingin berkenalan lebih jauh dengan masyarakat asli Banyuwangi, yaitu Suku Osing dan tradisi budayanya, maka Anda wajib singgah ke desa wisata yang satu ini. Masyarakat yang mendiami desa yang berjarak 15 menit dari pusat kota ini memang masih menjaga tradisi luhur nenek moyang mereka dari jaman Kerajaan Majapahit. Konon, nama Kemiren diberikan karena wilayah ini dulunya adalah hutan yang terdapat banyak pohon kemiri dan duren. Rumah-rumah kuno khas Suku Osing berusia ratusan tahun bisa Anda temukan di sini.


Ada satu rumah berukuran besar yang biasa digunakan sebagai tempat pertunjukan kesenian, seperti Tari Gandrung, Angklung Paglak, Barong Kemiren, Othek, dan lain sebagainya sambil menikmati suguhan makanan dan kue-kue tradisional Banyuwangi. Bukan itu saja, desa ini juga kerap mengadakan parade dan festival yang unik setiap tahunnya. Salah satunya adalah Festival Ngopi Sepuluh Ewu yang selalu dipadati ribuan penonton. Ketika festival ini berlangsung, pengunjung bisa menikmati sepuluh ribu cangkir kopi yang tersedia di sepanjang jalan dan depan rumah warga. Pulang dari sini, jangan lupa membawa buah tangan berupa kopi Desa Kemiren atau batik asli Banyuwangi.


Tiket Masuk : Rp. 5.000
Alamat          : Desa kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.


6. GUNUNG RAUNG


Secara administratif, Gunung Raung masuk dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Berbeda dengan gunung api lain, kawah Gunung Raung sangatlah unik karena berbentuk elips dengan kedalaman 500 meter. Ada empat titik puncak yang bisa coba Anda taklukkan, antara lain Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi (karena terdapat pilar-pilar batu menjulang), dan yang tertinggi adalah Puncak Sejati (3.344 m). 


Kawah Gunung Raung juga merupakan kaldera kering terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora. Namun untuk bisa menikmati keunikan dan keindahan dari puncak tersebut bukan perkara mudah, karena medan yang harus dilalui amat sangat sulit dengan jalur yang paling ekstrem di Pulau Jawa. Jadi tidak disarankan untuk Anda yang tergolong pemula. Meskipun demikian, semua usaha, tenaga dan keringat akan terbayar lunas begitu Anda mencapai puncak dan melihat alangkah spektakulernya pemandangan dari atas sana. Bagaimana, apakah Anda tertantang?

Tiket Masuk : Gratis
Alamat          : Area Hutan, Gunosari, Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, dan Banyuwangi.


7. TAMAN NASIONAL BALURAN


Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia. Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55'17.76"S dan 114°23'15.27"E. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.
Jangan terkejut jika menyaksikan pemandangan kawanan rusa yang berlarian bebas, merak yang menyibakkan ekor dengan anggun, gerombolan banteng, belasan elang yang terbang mencari buruan, sampai sekumpulan monyet bergelantungan di pohon, kancil, bangau, dan banyak lagi. Pokoknya, suasananya benar-benar seperti sedang safari di Afrika!.


Jika Anda gemar fotografi, maka bersiaplah dibuat sibuk di sini. Dari dini hari Anda dapat menyaksikan matahari terbit di sela-sela kabut nan dramatis. Anda pun bisa berkemah kawasan taman nasional, karena pihak pengelola telah menyediakan camping ground juga wisma yang dilengkapi dengan kamar mandi dan instalasi air yang memadai dengan harga terjangkau. Tapi ingat, kalau berkunjung ke sini jangan sampai mengganggu, merusak, atau berburu flora dan fauna ya!.


Tiket Masuk    : Rp. 15.000 (Senin s/d Jumat), Rp. 17.500 (Sabtu-Minggu)
Alamat      : Jl. Raya Situbondo-Banyuwangi, Desa Wonorejo, Kec. Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.


Semoga Informasi ini bermanfaat bagi sahabat Mistertraveller. jangan Lupa FOLLOW ya agar kalian bisa mengetahui informasi terbaru dari Explore-traveller seputar destinasi wisata menarik lainnya di Indonesia. 

Sahabat Mistertraveller dimohon kerjasamanya untuk  SHARE ya agar tempat wisata yang ada didaerah kalian banyak dikunjungi baik oleh wisatawan Domestik maupun wisatawan Mancanegara. Majulah Pariwisata Indonesia.
Thank's You.......!!!


Post a Comment

silahkan berkomentar bijak dan sesuai dengan topik pembahasan