BREAKING NEWS

Saturday, September 8, 2018

7 destinasi wisata di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia




1. PANTAI KEMALA

Pantai Kemala atau disebut dengan Pantai Polda merupakan sebuah pantai yang berada di Balikpapan dan beralamatkan di jalan Jenderal Sudirman. Pantai ini ramai dikunjungi wisatawan , terlebih lagi pada saat akhir pekan. Hal ini dikarenakan pasir putih yang membentang luas serta angin sepoi-sepoi membuat para pengunjung terpana dibuatnya.

Di sepanjang pinggir pantai terdapat banyak warung yang menawarkan hidangan makanan khas daerah tersebut sampai kepada makanan ala Eropa. Anda dapat menikmati hidangan makan dan minuman sambil ditemani pemandangan debusan ombak yang melambai-lambai.
Karena ombak yang agak tenang, anda dapat melakukan berbagai kegiatan menarik di wisata Balikpapan Kalimantan Timur ini seperti berenang, duduk di pinggir pantai sambil menikmati pemandangan, berjalan-jalan di sepanjang pantai. Anda juga dapat menikmati wahana permainan air seperti banana boat dengan biaya Rp. 25.000,- per orang atau jetski dengan biaya Rp. 800.000,- per orang. 


Untuk dapat masuk ke arena pantai Kemala, anda hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 2000,- per orang. Jika anda membawa mobil pribadi akan dikenakan biaya Rp. 2.000,- dan untuk tarif motor senilai Rp. 1.000,-

Tiket Masuk : Rp. 2.000
Alamat          : Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia.


2. HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN


Udara segar dan bersih tercium, saat memasuki kawasaan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) yang terletak 15 kilometer dari pusat kota Balikpapan.Jenis pohon yang dominan di hutan ini antara lain Bangkirai, (Shorea Laevis), Ulin (eusideroroxylon zwageri) dan Gaharu (aquilaria malaccensis). Selain dari jenis pohon kanopi tersebut, hutan lindung ini juga mempunyai keragaman jenis yang tinggi untuk jenis epifit (anggrek dan pakis) serta tumbuhan merambat (liana) lainnya. Luas HLSW sekitar 9,782 hektar dan memiliki dua Daerah Aliran Sungai (DAS) yang menjadi daerah tangkapan air bagi kota Balikpapan. Dahulu, hutan lindung tersebut hanya diperuntukan bagi peneliti yang akan meneliti flora dan fauna yang terdapat di hutan lindung. Namun saat ini pihak pengelola, mulai membuka diri dengan menggunakan sebagian zona depannya untuk pendidikan dan ekowisata.

Hal ini dilakukan karena pentingnya mengetahui manfaat dan kegunaan hutan lindung bagi masyarakat, terutama masyarakat Balikpapan. Kendati relatif kecil, hutan ini tetap menjadi incaran pembalak liar.“Kami akan tetap terus menjaga dan mengkampanyekan hutan lindung ini, karena hutan lindung ini merupakan daerah yang menjadi penopang bagi warga Balikpapan,” ungkap Agusdin salah satu staf hutan lindung ini.

Ancaman lainnya yang semakin menghantui hutan lindung, yakni maraknya ekspansi modal dan pembangunan. Beberapa daerah di kawasan yang dekat dengan hutan lindung, saat ini telah mulai banyak muncul industri dan pemukiman, seperti kawasan industri Kariangau yang hanya berjarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari hutan lindung, selanjutnya aktifitas tambang batubara hingga rencana pembangunan jembatan Pulau Balang. Sementara itu, menurut Stan Lotha, salah seorang peneliti asal Ceko, ia mengatakan pembangunan ekonomi tentu sangat berdampak dengan kerusakan lingkungan. “Dibangunnya jembatan Pulau Balang, tentu sangat berpengaruh, karena ini berarti membuka akses ke hutan lindung. Begitu pula yang lainnya,” ungkap Stan. Meskipun HLSW sering terdengar, namun setiap bulannya masih sedikit wisatawan yang datang ke hutan lindung. Apalagi untuk wisatawan lokal, jarang sekali mampir ke hutan lindung. “Dalam sebulan kami paling di bawah 20 orang wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat kawasan hutan lindung.


Sementara itu, penawaran kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan, atau biasa di sebut ekowisata, telah dilakukan pihak pengelola hutan lindung. Ada sekitar tiga jalur ekowisata, yang terdapat di kawasan hutan lindung di bagian zona depan. Jalur tersebut telah dibuat bagi masyarakat yang akan menjalani ekowisata. “Kami telah mempersiapkan jalur ekowisata bagi masyarakat yang akan menikmati hutan lindung, semua jalur tentunya akan ditemani oleh seorang pemandu,”

Tiket Masuk : Rp.10.000
Alamat      : Karang Joang, North Balikpapan, Balikpapan City, East Kalimantan 76127.


3. TAMAN TIGA GENERASI


Tempat wisata di Balikpapan dan Samarinda berikut ini jarang diketahui banyak orang, tempat ini bernama Taman Tiga Generasi. Tempat ini menjadi tempat nongkrong atau nyantai bersama teman-teman dan keluarga anda saat akhir pekan tiba. Objek wisata di Balikpapan ini mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Hal ini dapat terlihat dari kebersihannya dan keasriannya yang selalu terjaga, dimana pemerintah harus menyiapkan anggarannya secara berkala demi membayar jasa petugas kebersihan dan keindahan taman.


Di taman Tiga Generasi ini, tersedia jalan yang dipasang batu kerikil sehingga sangat cocok untuk orang tua yang ingin terapi refleksi secara rutin guna memperlancar peredaran darah. Selain itu, tempat ini dapat digunakan sebagai tempat olahraga maraton rutin setiap paginya karena di sekitar taman banyak terdapat pohon-pohon yang menghasilkan udara segar dan meneduhkan suasana.

Tiket Masuk : Rp.3.000
Alamat        : Jalan Ruhui Rahayu I, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.


 4. GUNUNG DUBS

Terletak di kawasan Gunung Dubs di dalam komplek Pertamina Balikpapan. Disebut dengan rumah pembantaian dengan kisah yang bermula di zaman penjajahan Belanda dahulu. Saat itu Belanda sedang menguasai kilang minyak yang ada di Balikpapan. Kemudian datanglah pasukan Jepang ke Kalimantan yang masuk melalui utara lewat Tarakan. Saat itu merupakan masa peralihan kekuasaan antara Belanda dan Jepang yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia.


Jepang yang mengetahui adanya kilang minyak di Balikpapan ingin menguasainya dan mengirim pesan pada Belanda untuk tidak membakar kilang tersebut. Namun oleh Belanda pesan tersebut tak dihiraukan. Jepang yang mengetahui kilang minyak dibakar oleh Belanda menjadi murka dan merangsek masuk ke Balikpapan dan menangkap tentara Belanda di Balikpapan, dan pihak Jepang pun berusaha menangkap semua orang Belanda yang ada di Balikpapan.
Pihak Jepang menyisir semua tempat di Balikpapan dan akhirnya sampai di Gunung Dubs. Disana ada seorang suster bernama Maria van Veenen yang juga ikut tertangkap bersama beberapa orang Belanda lainnya. Sebagian orang Belanda yang ditangkap dibawa ke tempat yang bernama Banua Patra dan dibantai di sana (kejadian ini juga yang melatarbelakangi dibuatnya Monumen Perjuangan Rakyat). Suster Maria dan beberapa Belanda yang lain disekap di sebuah rumah di dekat jembatan gantung. Terjadi perlawanan oleh orang Belanda pada Jepang di rumah tersebut. Beberapa orang lain termasuk suster Maria berhasil melarikan diri ke hutan-hutan menuju jembatan gantung yang terletak di belakang rumah tersebut. Namun usaha mereka sia-sia, sigapnya gerakan tentara Jepang menghalau perlawanan dan mengejar mereka yang melarikan diri.

Orang Belanda yang tak sempat melarikan diri dihabisi secara sadis dirumah tersebut. Termasuk keluarga suster Marie. Setelah membantai orang-orang Belanda di rumah tersebut, tentara Jepang mengejar sebagian lain yang kabur. Suster Marie dan beberapa yang lainnya akhirnya terdesak di jembatan gantung dan dihabisi satu persatu oleh tentara Jepang secara keji.

Hingga saat ini, rumah yang digunakan tentara Jepang untuk membantai orang-orang Belanda itu disebut dengan rumah pembantaian, dan jembatan tempat dibunuhnya suster Marie itu menjadi salah satu tempat paling angker. Sejak saat itu arwah suster Marie selalu muncul didaerah-daerah dekat tersebut, seolah tidak menerima kematiannya yang tragis. Cerita tentang rumah pembantaian, jembatan gantung dan suster Marie sudah menjadi urban legend masyarakat Balikpapan. Sebuah daerah yang konon dihantui oleh hantu Suster Maria adalah kawasan Gunung Dubs, Gunung Pancur, kawasan Volker, dan sebuah rumah tua dan jembatan gantung. Seluruh tempat itu memiliki sejarah kelam yang berkaitan dengan kehidupan Suster Maria di masa lalu. Di tempat-tempat itulah, hantu Suster Maria kerap menampakkan dirinya dan mengganggu orang-orang yang memasuki daerahnya.


Menurut orang-orang setempat, Suster Maria sering menampakkan dirinya kepada pengendara ketika melintas di jalanan terjal yang ada di kawasan Volker. Beberapa orang mengaku, ketika melintas di sana, kursi tumpangannya yang semula kosong tiba-tiba terasa berat seolah ada penumpang yang tak kasatmata. Orang-orang yang mengendarai mobilnya juga mengaku melihat penampakan hantu suster di kursi kosong di belakangnya, ketika tanpa sengaja melihat dari kaca spion ketika melaju di tikungan dekat Gunung Dubs. Mitos yang beredar dimasyarakat adalah, konon jika kamu melintas di sana dengan menyisakan satu kursi kosong di kendaraamnu, maka hantu Suster Maria akan menampakkan diri kepadamu. Sosoknya yang mengerikan dengan pakaian lusuh penuh darah akan menghantui dirimu selama perjalanan. Tidak sedikit kejadian menakutkan semacam ini merupakan penyebab dari kecelakaan yang sering terjadi di kawasan Volker dan Gunung Dubs. Menurut cerita, orang-orang yang pernah mampir di Gunung Dubs atau ke Volker – terutama di sebuah rumah tua, dan jembatan gantung yang ada di kawasan tersebut, pasti merasakan aura-aura mistis dari tempat itu. Beberapa dari mereka bahkan menceritakan pengalamannya melihat seorang perempuan berseragam suster tiba-tiba menampakkan diri di depan mereka. Suara-suara tanpa wujud juga kerap terdengar, seperti langkah-langkah di semak belukar yang ada di sana, siulan-siulan aneh juga sering terdengar bagi pengunjung di sana.

Tiket Masuk : Gratis
Alamat          : Jl. Gn. Dubs, Prapatan, Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.


5. BUKIT BANGKIRAI


Bagi yang suka berwisata dengan tantangan sambil menikmati keindahan alam, coba yuk jalan-jalan ke tempat wisata satu ini. Namanya Bukit Bangkirai. Bukit Bangkirai merupakan wisata hutan hujan tropis yang masih alami, berada di Jalan Raya Soekarno-Hatta Km. 38, Kecataman Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Balikpapan, Kalimantan Timur yang dikelola oleh PT. Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman Industri (UMHTI). Kawasan ini berjarak 20 km dari ibukota Kecamatan Samboja, 58 km dari kota Balikpapan dan 150 km dari kota Tenggarong atau Samarinda. Di kawasan wisata seluas 1.500 hektar yang diresmikan pada tanggal 14 Maret 1998 ini anda bisa menikmati pemandangan dan sejuknya hutan hujan tropis yang masih alami dengan kicauan burung dan suara hewan penghuni hutan ini. Kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan kebun buah seluas 4 hektar. Bukit Bangkirai mempunyai 45 jenis anggrek, salah satunya anggrek hitam yang menjadi maskot Kalimantan Timur. Selain itu pohon bangkirai merupakan tumbuhan yang mendominasi kawasan hutan ini dengan umur rata-rata lebih dari 150 tahun, tinggi 40-50 meter dan diameter 2,3 meter. Itulah sebabnya kawasan ini dinamakan Bukit Bangkirai. Terdapat pula beragam aneka satwa yang menghuni hutan ini diantaranya : 113 jenis burung, monyet ekor panjang, babi hutan, owa-owa, beruk, lutung merah, bajing terbang dan rusa sambar.




Selain keindahan dan kesejukan hutan dengan aneka ragam flora dan fauna yang ada, di kawasan wisata ini anda bisa mencoba tantangan dengan meniti jembatan tajuk gantung (canopy bridge) yang menjadi daya tarik tersendiri di Bukit Bangkirai. Jembatan tajuk ini terbentang sepanjang 64 meter diatas ketinggian 30 meter dari permukaan tanah yang menghubungkan 5 pohon bangkirai dengan masing-masing pohon berjarak sekitar 10-15 meter. Konstruksi jembatan ini dibuat di Amerika Serikat dan dibangun pada tahun 1998 dengan standar keamanan yang cukup bagi pengunjung. Terbuat dari kabel, dengan dasarnya papan dan berdinding jala tali nilon yang dirancang khusus dengan bahan kayu dan besi antikarat sehingga jembatan ini akan kuat 15-20 tahun. Canopy bridge di Bukit Bangkirai ini merupakan yang pertama di Indonesia, kedua di Asia dan kedelapan di dunia. Sebelum meniti jembatan, anda harus menaiki anak tangga menuju menara yang terbuat dari kayu ulin. Saat pertama menjejakkan kaki di jembatan tajuk, jembatan akan bergoyang. Semakin melangkah ke tengah maka jembatan akan semakin bergoyang. Jembatan tajuk ini tidak boleh dilewati oleh banyak pengunjung sekaligus demi keselamatan. Menikmati pemandangan hutan yang indah dan sejuk di atas jembatan setinggi 30 meter di atas permukaan tanah yang bergoyang dan hanya terbuat dari papan yang disusun dengan tambang, it's like a wow! Dari jembatan tajuk ini anda bisa melihat formasi Tajuk Tegakan Dipterocarpaceae yang merupakan ciri dari hutan hujan tropis yang indah dan saling sambung menyambung. Untuk meniti jembatan tajuk ini dikenakan tarif Rp. 15.000,- untuk wisatawan domestic dan Rp. 30.000,- untuk wisatawan mancanegara.
Selain itu terdapat pula jalur trekking di kawasan wisata alam ini yang meliputi 7 trek dengan panjang sekitar 150 meter hingga 6 km. Anda juga bisa berkemah di sini karena tersedia lapangan berumput datar dengan luas 20 x 50 meter dan sudah dipagari kayu untuk area kemah. Harga tiket untuk masuk ke Bukit Bangkirai ini sebesar Rp. 2.000,- untuk dewasa dan Rp. 1.000,- untuk anak-anak.

Tiket Masuk: Rp. 2.000
Alamat         : Karya Merdeka, Semboja, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan 75271.

6. PULAU SEGAJAH


Tempat wisata unik berikutnya yang ada di Balikpapan adalah Pulau Segajah. Pulau ini berjarak 250 km dari kota Balikpapan. Tepatnya lokasi ini berada di keluarahn Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kalimantan Timur.
Keunikan dari pulau ini adalah pulau ini hanya dapat dikunjungi pada siang hari. Tau kah anda kenapa? Karena pulau ini akan tenggelam pada waktu malam hari. Selain itu, pada waktu akan berkunjung siang hari, anda juga harus memperhatikan keadaan air laut dan pastikan dalam keadaan surut.

Ketika air laut mulai pasang, keadaaan pulau ini mulai tenggelam seolah tak nampak. Pesona alam pulau Segajah sungguh mempesona dengan keadaan air laut berwarna biru.dan pasirnya yang berwarna putih. Tempat ini cocok bagi anda yang hobi menyelam karena pulau ini menampakan keindahan bawah laut yang memukau hati. Anda akan menjumpai banyak bintang laut dengan warna coklat kemerahan.


Yang perlu anda ketahui, berbeda dengan wisata Balikpapan dekat bandara, di tempat ini tidak tersedia warung makan atau restorant dan juga hotel. Jadi saat anda berkunjung ke tempat ini, anda harus memperhatikan waktu. Kalau anda mencari penginapan, anda bisa pergi ke Bontang.

Tiket Masuk: Rp. 5.000
Alamat         : Kelurahan Bontang Kuala, Kec. Bontang Utara, Kab. Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.


7. BALIKPAPAN SUPERBLOK

Balikpapan Superblock (BSB) dikenal sebagai kawasan bisnis terbesar di Balikpapan. Berada di Jalan Sudirman Stalkuda, BSB telah lama menjadi tujuan warga untuk berbelanja, menikmati kuliner, hiburan, hingga menikmati waktu senggang. Balikpapan Super Blok (BSB) merupakan sebuah pusat perbelanjaan terbesar yang ada di Balikpapan. tempat ini didirikan pada tahun 2007, dimana terdapat 7 lantai.

Di sini anda dapat membeli segala keperluan anda. Tempat ini dapat memanjakan anda dalam berbelanja. Di sini tersedia pakaian, perhiasan, aksesoris, buku, sampai pada perlengkapan rumah, dan perlengkapan dapur, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang Balikpapan Super Blok menjadi mall ternama yang ada di kota Balikpapan.


Tiket Masuk : Gratis
Alamat : Main Office Pam Tower Lt. 3, Jl. Jenderal Sudirman No. 47, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, Gn. Bahagia, Balikpapan Sel., Kota Balikpapan, Kalimantan Timur 76114.


Semoga Informasi ini bermanfaat bagi sahabat Mistertraveller. jangan Lupa FOLLOW ya agar kalian bisa mengetahui informasi terbaru dari Mistertraveller seputar destinasi wisata menarik lainnya di Indonesia. 

Sahabat Mistertraveller dimohon kerjasamanya untuk  SHARE ya agar tempat wisata yang ada didaerah kalian banyak dikunjungi baik oleh wisatawan Domestik maupun wisatawan Mancanegara. Majulah Pariwisata Indonesia.
Thank's You.......!!!



Post a Comment

silahkan berkomentar bijak dan sesuai dengan topik pembahasan